book

Rainbow After The Rain: Love In Moscow

0
  • book
    Ditulis oleh
    Safira Hazrati Zharfa
  • Dibuat tanggal
    31 Jul 2024
  • Sekolah
    Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Samarinda

 

Sinopsis:

Arabel merupakan keluarga korban terorisme yang mendendam. Peristiwa terorisme tersebut membuat Arabel trauma hingga membuat ia tidak mengakui agama muslim yang dianutnya. Suatu hari gadis yang berprofesi sebagai penulis itu ditantang oleh editornya untuk menulis kisah bertema terorisme.

 Pada tahun 2015 di Moscow, Rusia, Reno sepupu kesayangannya datang mengunjunginya bersama sang istri Sarah dan sahabatnya Dimitri, laki laki tampan berwajah campuran kaukasia melayu yang secara singkat langsung mendapat seluruh perhatian Arabel sejenak. Namun perhatian tersebut sirna setelah Arabel mengetahui bahwa Dimitri merupakan laki laki religius, hal ini yang membuat Arabel menjadi risi dan enggan.

Selama melakukan liburan di Rusia Arabel terus menemani mereka, tidak heran dengan kedekatan mereka yang mulai terjalin. Dimitri terus berusaha meyakinkan Arabel secara perlahan namun pasti bahwa terorisme adalah sifat manusia yang tidak terkait agama manapun.

Seiring berjalannya waktu Arabel jatuh cinta dengan Dimitri dan riset penulisannya menjadi alasan ia kembali ke Pulau Dewata setelah ia bersumpah untuk tidak akan pernah kembali. Di Tempat itulah semua kesakitan Arabel kembali terjadi. Dimitri mengungkapkan rahasia besar yang membuat Arabel merasakan sakit yang sangat dalam kembali. 

Dapatkah Dimitri menjadi pelangi yang datang setelah hujan untuk Arabel, yang selalu merasakan hujan di setiap waktu hidupnya?

 

Isi Resensi:

“Benar bahwa masa lalu menentukan perilaku masa depan, tetapi salah jika untuk membawa keburukan masa depan. Sebagai manusia yang diberi kecerdasan emosional, harus dapat menerima masa lalu dan berdamai dengannya.” (hal 29.)

Rainbow After The Rain merupakan salah satu novel series “Around The World With Love”  karya Angelique Puspadewi. Dengan cover bergambar Saint Basi’l Cathedral yang dipadukan dengan warna pink dan putih membuat buku tersebut nampak dikemas dengan manis dan simple. Pembatas buku juga unik bagaikan miniatur Saint Basi’l yang tentunya juga didominasi warna pink dan merah. Buku dengan tema Romance religi yang membuat saya terpikat dengan alurnya, awalnya saya menyangka bahwa buku ini merupakan  buku romance yang berlatar di negara beruang merah, namun tidak disangka buku ini mengangkat tema tentang seorang gadis remaja yang harus berdamai dengan rasa trauma pada masa lalu karena peristiwa terorisme yang dialami keluarganya. Peristiwa terorisme merupakan topik yang sensitif di negara yang menganut agama mayoritas, namun pesan penulis tentang religi serta sisi kemanusiaan tersampaikan dengan baik, unsur romance yang disediakan juga tidak tertutupi dengan kedua unsur tersebut. Diceritakan dengan gaya bahasa yang sederhana sehingga membuat buku ini sangat nyaman untuk dibaca.

Penokohan pada buku ini juga sangat hidup, dimana setiap karakter memiliki sifatnya masing - masing yang kemudian berhasil membuat saya merasakan sedih, senang, dan hangat. Arabel sebagai tokoh utama yang merupakan seorang gadis blasteran Itali - Indonesia yang cantik, juga pintar, namun juga memiliki sisi emosional yang sempat membuat saya kesal, namun karena Arabel juga saya dibuat merasakan kesedihan. Lalu Dimitri sebagai tokoh utama pria yang nyaris sempurna, tampan, rupawan, mapan, dan religius dengan sikap yang tenang. Reno sepupu Arabel yang riligius dan ceria, serta Sarah istri Reno yang seorang wanita berhijab yang ramah, lembut, dan hangat. Terdapat juga tokoh lainnya seperti Mom (mama Arabel), Tante Sisi, Adriana, dan Misja yang juga memiliki plot cerita masing masing dan tentunya juga menarik untuk diikuti. 

Dengan pemilihan setting tempat di Moscove membuat saya semakin tertarik untuk terus membaca. Di buku ini penulis berhasil membuat saya merasa ikut mengelilingi Moscove bersama tokoh-tokoh didalam novel ini, seperti mendatangi Saint Petersburg, dan Historical  Mosque membuat nuansa religi pada buku ini semakin hidup. Kemudian, ditambah dengan penjelasan salah satu tokoh utama pria yaitu dimitri tentang keadaan umat muslim di sana pada saat hari besar datang, hingga perkembangan umat muslim di negara Rusia. Sentuhan sejarah dan seni juga semakin menambah  nilai buku ini. Saya pun merasa dibawa untuk mengunjungi Mausoleum untuk melihat jasad Lenin, juga mengunjungi museum Hermitage untuk melihat lukisan yang masih terawat setelah tiga abad lalu.

Namun sedikit disayangkan plot twist pada buku ini kurang, karena ada beberapa nasehat yang terus meyakinkan Arabel tentang kejadian yang telah dialaminya serta batasan yang dibuat Dimitri mengenai latar belakangnya pada Arabel, membuat saya dapat menebak ending pada buku ini.

Secara keseluruhan buku ini sangat saya rekomendasikan buat pembaca yang suka dengan genre romance hangat yang bercampur religi, di tambah  latar tempat yang berada di Rusia, dan sentuhan berkeliling membahas sejarah dan seni, sangat menambah nilai romance di buku ini. Terdapat pula unsur kekeluargaan yang hangat, juga pelajaran mengenai islam, baik berupa potongan ayat atau ajaran ajaran yang tentunya dikemas dengan cara yang tidak menggurui dan nyaman untuk dimengerti. Pembaca yang juga menyukai sosok laki laki yang dewasa dan mapan sangat cocok dengan buku ini karena tokoh utama merupakan sosok laki laki lembut dan dewasa (Husband Material) yang saya yakin akan membuat pembaca wanita baper, banyak pelajaran dan ilmu yang dapat diambil. Terima kasih kepada penulis yang telah menciptakan buku ini.

 

Judul Buku Rainbow After The Rain: Love In Moscow
Penulis Angelique Puspadewi
ISBN 978-602-03-7810-7
Bahasa Indonesi
Tahun Publikasi 2017
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman 216

0 komentar

Buat komentar

Oleh Peserta Sama